Sabtu, 28 Maret 2015

Ledakan Penduduk Dunia (catatan novel Dan Brown)

Buku ini saya dapatkan sebagai doorprise acara kompasiana dan fiksiana. Beruntung banget rasanya karena kalau beli harganya saja 125 rb. Tapi memang tebal sekali sih. 642 halaman. Kebanyakan buku Dan Brown yang pernah kubaca memang tebal-tebal. Namun tidak terasa, karena aku membacanya di laptop. Buku elektronik, yang kudapat dari download gratisan. Sebagai pecinta baca, memang membaca buku setebal apapun tidak menjadi masalah.


Bagian istimewa buku ini bukanlah ceritanya yang sangat mencekam, namun halaman yang hanya bertuliskan

Tempat tergelap di neraka dicadangkan bagi mereka yang tetap bersikap netral di saat krisis moral


Kalimat yang meringkas seluruh isi buku dengan tepat. Pembaca dipukau dengan alur yang berubah cepat dan membuat tercekam. Sebenarnya apa yang diceritakan oleh penulis mengikat perhatian saya sejak halaman awal. Tokoh utama Dan Brown masih Robert Langdon, dosen universitas terkemuka di Amerika, yang kali ini disetting menjadi pendamping WHO, dalam petualangan mencari virus buatan genius fanatik, yang mau menyelesaikan masalah ledakan penduduk dunia.


Jalinan ceritanya sangat padat dan cepat, sehingga membuat saya terlarut menyelesaikan novel ini dalam waktu 6 jam. Fakta bahwa memang penduduk dunia sangat banyak, dan usaha gagal mengurangi pertambahan penduduk memang real. Kejutan demi kejutan muncul dalam setiap bagian dan membuat saya terhibur.


Seperti novel-novel Dan Brown lainnya juga, saya diseret ke imajinasi berbagai tempat di Italia, Florence, Venesia dan tempat-tempat di mana sejarah dimunculkan dalam tulisannya. Deskripsi setiap tempat juga mengesankan riset yang menyeluruh.


Membaca novel Dan Brown memang sesuatu sekali. Setelah penasaran yang panjang, ternyata virus yang dimaksud adalah virus viral yang disebarkan melalui udara dan menyebabkan infertilitas secara random.


Buku ini benar-benar menarik, 9 dari 10.


3 komentar:

  1. Wow inferno, saya udah lama ingin baca buku ini. Mau unduh e-booknya susah, Ternyata pengarang favorite kita sama lho Bu. Saya juga penggemar Dan Brown dan Tere Liye he he he

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inferno ini dapat gratis bu. Door prize kompasiana nangkring bareng fiksiana. Pengarang favorit saya sih mungkin ngga terkenal bu. Namanya Frank Peretti. Kalau Dan Brown dan Tere Liye, hanya mengapresiasi saja buku bagus. Tapi saya kalau sudah baca, kayak lupa semuannnnnya.... hehehehehe.

      Hapus
  2. Ada nggak ulasan tentang buku milik jostein gaarder? Saya suka bahasannya tentang filsafat dengan bahasa yang ringan

    BalasHapus

Tips Hidup Maksimal

Mendengar suara Tuhan adalah kunci hidup orang percaya menjadi maksimal. Sayangnya seringkali, kita merasa Tuhan tidak berbicara pada kita. ...