Selasa, 23 Juni 2015

Blogger Camp, Citra Alam Riverside 12-13 Juni 2015

Sehabis menerima pengembalian raport 12 Juni 2015 lalu saya benar-benar kelelahan secara fisik dan psikis. Yah, pengembalian raport ini akan menjadi hari terakhir yang sesungguhnya buat saya bersama-sama anak-anak saya. Kalau sebelum penerimaaan raport mereka adalah siswa kelas 5 Phytagoras, maka saat pengembalian raport sejatinya anak-anak ini sudah menjadi anak kelas 6 walaupun pembagian kelas 6 nya belum ditentukan. Tubuh saya lelah berkejaran dengan deadline nilai dan pengisian raport. Hati saya sedih karena saya tidak akan menyaksikan mereka menamatkan pendidikan dasar nanti di kelas 6. Namun, yah apa gunanya internet, BBM dan FB kalau saya mau mengeluhkan hal ini. Pemikiran ini melelahkan secara psikis.


Untungnya, saya sudah mendaftar blogger camp bersama komunitas IndBlogger, dan terdaftar. Saya jadi teralih dari kelelahan ini.


Keberangkatan menuju tempat pertemuan saya rancang dengan cermat. Titik kumpul di pulau Situ Gintung sempat membuat saya kesulitan, untungnya Pak Go-Jek sabar membantu dan mas Agung Han PIC acara dari IndBlogger juga memandu. Saya sempat basah kuyup kehujanan dan baru menyadari bahwa tidak membawa celana panjang dan hanya ada jeans pendek 7/8 saat khirnya berhenti di pom bensin dan mengganti pakaian yang kuyup dengan yang kering, ternyata hanya satu yang masih berada di plastik. Kaus dari goodybag Nangkring Bank Indonesia yang hari sebelumnya saya ikuti. Ya sudahlah, kaus itu saya gunakan, daripada masuk angin pakai pakaian basah.


Saat melanjutkan perjalanan saya sempat panik karena jam di HP saya sudah menunjukkan pukul 2 siang, yang menurut jadwal seharusnya sudah kumpul di titik temu. Untung hujan sudah berhenti dan saya bisa melanjutkan perjalanan dengan kondisi kering. Saya juga lupa belum makan siang, karena  excited sekali penasaran dengan camp bersama blogger ini. Saat tiba di titik kumpul, jam 2.20, saya pamit mas Agung beli makan siang dan dengan cepat makan siang di atas mobil, menuju Pulau Situ Gintung.

Dari Pulau Situ Gintung menuju lokasi Camp Riverside para blogger disediakan bus berukuran sedang dengan AC dan ada stop kontak baik di depan maupun di belakang. Bang Tigor sudah mulai melakukan tweet sejak dari bus bergerak meninggallkan Pulau Situ Gintung.


Dalam perjalanan ada blogger yang menerangkan bahwa di Pulau Situ Gintung itu adalah salah satu unit usaha dari Citra Alam. Jadi, selain lokasi yang akan kami datangi di Riverside yang ada di kampung Jojogan, Cilember, Cisarua, lokasi yang baru kami tinggalkan itu juga merupakan sarana  belajar bersama alam yang tak kalah istimewanya. Ada pelatihan membatik dan lain-lain.


Perjalanan menuju Cisarua sedikit lebih lama dari jadwal karena kemacetan, dan sempat kami menunggu seorang blogger yang hingga kami meninggalkan Pulau Situ Gintung belum juga terlihat, yaitu mbak Edrida Pulungan. Padahal, sudah lewat jam 4 juga, dan menurut jadwal kami akan berangkat jam 3. Ditelepon mas Ony, mbak Edrida malah bercanda. Hiks. Akhirnya diputuskan meninggalkan mbak Edrida. Untungnya buat mbak Edrida malah ia jadi ikut mobil pengelola sehingga selamat tak perlu berjalan kaki mendaki menurun saat memasuki lokasi camp.


Kami tiba di lokasi camp sekitar pukul 8 malam dan langsung dipersilahkan menyeruput kopi atau teh panas dengan jagung dan kacang rebus. Sedap dan nikmat sekali. Kemudian berlanjut dengan makan malam.


Makan malam ditemani gemericik air dari sungai benar-benar meningkatkan selera, apalagi, dingin sekali aula terbuka tempat para blogger berkumpul ini. Benar-benar sesuatu sekali bisa menikmati makan malam di Citra Alam Riverside. Kebersamaan saat makan malam membuat suasana makin luar biasa.


Usai makan malam, mas Tikno dari pihak pengelola mengucapkan selamat datang dan disusul dengan acara perkenalan. Semua blogger memperkenalkan diri dan lucu juga karena mas Agung Han menimpali perkenalan para peserta dengan menyebutkan peserta yang mana yang rajin menjuarai blog competition. Saya akhirnya tahu bahwa yang disebut mas Agung itu hehehehehehehehe sudah mengalahkan mas Agung dalam blog competition yang disebutkannya.


Okey, back to Citra Alam Riverside, setelah perkenalan, dilakukan pembagian tenda. Saya berada setenda dengan mbak Muthiah dan Mbak Lidya dan mbak Ican. Kami semua tidur di tenda lho. Sensasinya? Wow bingits. Soalnya saya dulu pernah hampir tidur di tenda waktu SMP ikut pramuka, tapi ngga jadi. Jadi tidur di tenda ini menjadi pengalaman tak terlupakan buat saya. Selimut dan bantal membantu saya lelap dengan cepat. Walaupun di tenda tidak berasa.


Bangun pagi, dengan  gemericik air dan suara saksofon mas Eko merupakan sesuatu yang sangat berbeda. Segar dan sejuknya suasana pegunungan membungkus pagi yang cerah dengan semangat yang membuat kegembiraan membuncah.


Sarapan nasi goreng langsung tandas sebelum berburu foto foto alam yang mengingatkan saya, tangan TUHAN sang Pencipta. Aduh. Betapa luar biasanya TUHAN menciptakan keindahan alam ini. Jadi damai hati ini.


Seusai semua blogger sarapan, kami diberi kesempatan mengelilingi area Citra Alam Riverside ini. Ada showroom tempat dipamerkannya hasil keramik, dan kerajinan tanah liat juga olahan lain yaitu masker tanah liat dan sabunnya. Ada kandang kuda yang kotorannya digunakan sebagai bahan biogas. Berlanjut ke kebun sayur yang memiliki berjenis-jenis sayuran, cabai, paprika. Kemudian kami berjalan menuju kebun herbal. Kebun herbal ini menghasilkan bermacam jenis tanaman herbal. Acara keliling diakhiri di saung menikmati menu rehat gorengan dan teh hangat ditemani penjelasan mbak Alvi tentang outbound dan sarana di Citra Alam Riverside ini.


Seusai pemaparan dari mbak Alvi, kami diberi kesempatan mencicipi beberapa permainan. Permainan yang membuat para blogger jadi makin akrab dan ceria. Yang ngga mau main juga tetap bisa menikmati dengan menjepretkan kamera.

Setelah 3 permainan seru, para blogger juga diberikan kesempatan mencoba memacu adrenalin dengan berflying fox. Luncuran 260 m, sebenarnya tidak terjal, namun bagi blogger penakut seperti saya cara menikmatinya bukanlah ikut meluncur, namun memotret teman-teman yang sedang meluncur.


Kadang kala menemukan tempat yang menarik dan menantang untuk acara Family Gathering, maupun Corporate Gathering memang tidak mudah. Termasuk juga sarana edukasi. Kebanyakan kita berakhir hanya dengan kegiatan yang itu lagi-itu lagi.


Kemarin saat sekolah saya ingin melakukan kegiatan bersama guru-guru misalnya, kami akhirnya hanya makan bersama di restoran dekat dekat saja. Mentoknya akhirnya di Kebun Raya Bogor. Kebayang asyiknya kalau saja kegiatan bersama itu dilaksanakan sesudah terima raport, dan dilakukan di CitraAlam, mungkin akan jadi pelepasan yang menyenangkan.

Citra Alam Riverside ini memang cocok untuk acara Family Gathering maupun Corporate Gathering. Alasannya adalah sebagai berikut,


1. Nilai edukasi. Berapa banyak sih anak sekarang yang bisa menikmati kegiatan dengan tangan walaupun sedikit berkotor-kotor seperti membatik atau membuat keramik. Tak ketinggalan juga yang sedang dibuat saat kami berkunjung adalah rumah merah putih yang dapat meningkatkan wawasan kebangsaan anak-anak kita.


2. Membangun kebersamaan melalui permainan-permainan asyik seperti yang sudah kami para blogger ikuti. Mengakrabkan antar anggota keluarga ataupun antar kolega.


3. Menghibur dengan alam yang mengingatkan kebesaran TUHAN, dan kegiatan alami seperti menunggang kuda, berkebun dan menikmati pemandangan indah. TAk kurang juga outing yang seperti flying fox dirancang dengan fasilitas keamanan memadai, ataupun rafting dengan donut. Menantang, membangun keberanian dan menghibur.


Setelah 3 permainan seru, para blogger juga diberikan kesempatan mencoba memacu adrenalin dengan berflying fox. Luncuran 260 m, sebenarnya tidak terjal, namun bagi blogger penakut seperti saya cara menikmatinya bukanlah ikut meluncur, namun memotret teman-teman yang sedang meluncur.


Benar-benar pengalaman tak terlupakan mengikuti blogger camp ini.


















Jadi, mau Family Gathering? Atau mau Corporate Gathering yang ngga mainstream? Yang seru dan asyik? Coba saja Citra Alam Riverside. Ngga mahal kok.

3 komentar:

Tips Hidup Maksimal

Mendengar suara Tuhan adalah kunci hidup orang percaya menjadi maksimal. Sayangnya seringkali, kita merasa Tuhan tidak berbicara pada kita. ...