Sabtu, 03 Juni 2017

Belajar Search Content, Social Content dan You Tube Optimize di hari kedua puasa. Seruuu.

Kesempatan belajar adalah sesuatu yang tidak pernah saya sia-siakan. Saya memang masih seorang guru SD, namun saya belakangan mulai menulis di blog dan Kompasiana, sebuah platform blog yang cukup dikenal masyarakat. Saat membaca peluang belajar yang ditawarkan Indonesian Social Blogerpreneur (CNI), melalui workshop Bersama CNI dan dua narasumber yang berwawasan dalam hal konten digital, tentu saja saya mendaftarkan diri. Senang sekali saat menerima pesan bahwa saya diundang. Kegiatan workshop dilakukan di gerai Bebek Dower Pasar Festival Kuningan Minggu sore, 28 Mei 2017.
Saat saya tiba, sudah banyak peminat ilmu lain yang saya lihat. Tak lama kemudian, acara dibuka oleh bapak Gusti Alendra sebagai perwakilan PT CNI yang bekerja sama dengan komunitas ISB. Pak Gusti menjelaskan keberadaan CNI dan jalinan kerja sama CNI dengan komunitas ISB yang didasarkan bahwa CNI juga mempunyai kepentingan terhadap kemajuan bloger, sebagai bagian digital marketingnya. Pak Gusti juga menyebutkan bahwa beberapa orang menanyakan apakah CNI masih ada? Hingga saat ini CNI telah berusia 31 tahun.
Narasumber kami, adalah mas Niko Riansyah Digital Marketing Spesialis PT CNI yang berbagi materi mengenai Search Content dan Social Content. Awalnya saya bingung apa yang dimaksud dengan search content. Melalui pemaparan mas Niko saya mendapatkan pencerahan. Jadi, bloger adalah orang orang yang membuat konten. Apakah konten yang dibuat fun, visual, maupun informative. Pada saat membuat konten, sudah tentu bloger mempunyai tujuan dan harapan, seperti ingin kontennya viral, banyak pengunjung, yang membuktikan bahwa kontennya bermanfaat. Kenyataannya kadang konten yang dibuat hanya dilihat 5 orang, yang bahkan tidak masuk di halaman pencarian. MENGAPA???
Menurut mas Niko, hal itu bukan semata karena kontennya.  Dalam hal ini perlu strategi agar konten kita disukai dan dicari. Mas Niko menyebutkan bahwa audience kita cenderung mencari konten. Agar content yang dicreate bertemu dengan orang yang membutuhkan, seorang content creator harus tahu bagaimana mesin pencarian google bekerja. Kita perlu mempelajari SEO, dan menggunakan keyword pada halaman yang kita buat, selain juga menyesuaikan gambaran pencarian. Kalau perlu setiap halaman artikel ditempel SEO, agar  bisa dengan mudah terdeteksi mesin google.
Agar blog kita ramai pengunjung, kita perlu memperhatikan tiga hal, yaitu, validnya konten, tampilan web yang mudah dibuka, dan tentu yang terpenting informasi pada konten kita sesuai kebutuhan pembacanya.
Itu mengenai konten yang dicari. Sementara konten secara social maksudnya, respon pembaca terhadap konten kita. Sosial konten adalah kemasan dari search konten tadi.
Dalam sesi berikutnya, Mbak Yonna Kairupan menyajikan bagaimana membuat konten You Tube yang memaksimalkan blog kita.
Awalnya mbak Yonna memulai dengan pertanyaan, apa yang menghalang kita memulai membuat konten You Tube kita sendiri. Sejumlah alasan disajikan dan dipatahkan mbak Yonna dengan penjelasan yang memikat.
Berikutnya mbak Yonna mengajak kami untuk menjawab pertanyaan,
Apa motivasi membuat video you tube?
Bukan ikut-ikutan kawan saja, atau sekedar menghabiskan kuota saja. Kita perlu memiliki motivasi Karena rasa suka dengan tema yang kita pilih. Kayak saya guru, mau membuat you tube pembelajaran, ya Karena memang suka.
Apa pengaruh yang kita inginkan?
Buat saya sebagai guru, tentu saya ingin membuat penonton saya memahami materi yang saya sampaikan. Buat teman teman yang review product atau jalan jalan ya jelas pengaruh yang diinginkan beda.
Apa benefit yang ingin kita capai?
Jangan semata mata uang saja. Walaupun memang memnjadi You Tuber menghasilkan dolar. Tetapi gali, benefit yang benar benar merupakan value kehidupan kita.
Kemuadian mbak Yonna memberikan ulasan bagaimana memulai mengisi konten you tube kita. Ada 8 hal yang dibahas.
1. Kenali dirimu
Mengetahui kekurangan dan kelebihan kita dapat membuat kita membuat konten video/youtube kita berbeda dengan youtuber lain dan disukai Karena style kita sendiri.
2. Kenali target audiens kita
          Setelah mengenali diri sendiri, kita perlu mengenal siapa siapa pembaca/ penonton kita. Bagaimana tahunya? Riset. Cek tulisan/video mana yang memberikan paling banyak views dan komentar. Dengan demikian kita tahu apa yang disukai pembaca/ penonton kita.
3. Fokus (Clear Branding)
          Clear branding kita sebagai bloger apa? Untuk memudahkan memang baiknya dihubungkan dengan blog kita. Kita harus tahu sebagai bloger kita dikenal sebagai bloger apaan? Food bloger? Travel Bloger? Apapun branding kita di blog, bias kita gunakan untuk branding kita di video/youtuber. Ada penanya, jika sebagai food vlogger, tapi ditawari brand untuk me-review ponsel. bagaimana? Bisa! Kita bisa me-review ponsel dengan kapasitas kita sebagai food vlogger.
4. Pesan sampai ke audiens (Clear Message)
Fokus ke konten yang dibahas. Kita perlu menyampaikan pesan dalam video kita dengan jelas dan tidak berputar putar, yang membuat penonton jadi gemas, malas dan bingung. Apa sih maksudnya?
5. Value
          Apa value dari vlog kita? Apakah informatif? Edukatif? Inspiratif? Menghibur? Jangan sampai penonton sudah buang-buang kuota buat nonton, tapi mereka tak dapat apa-apa. Value inilah yang saya jadikan motivasi saya ngeblog. Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain.
6. Promosi!
          Selesai membuat video, aktiflah mempromosikan link video kita di medsos yang kita punya. Jangan bosan, lakukan saja berkali-kali.





7. Konsisten      
Keuntungannya jika saya selalu konsisten upload video di Youtube adalah Youtube akan men-suggest video kita ke penontonSaya pernah mencari video perkalian ternyata malah akhirnya nonton video pecahan. Eh, kok? Hahahahaha. Ini karena saya melihat ‘suggest video’ di side bar kanan laman Youtube. Kita tertarik dan mengklik link yang di-suggest Youtube. Karena saya juga perlu video itu. Tapi kan awal yang dicari bukan itu? Iya gitu deh.
Tipsnya adalah pilih 4 pertanyaan penonton yang sesuai dan buatlah 4 video sekaligus untuk menjawab pertanyaan tersebut. Uploadnya yang diatur. Dijadwalkan sehingga dalam satu bulan atau dua bulan kita tidak perlu repot syuting dan syuting lagi. Kita juga perlu bisa dan membiasakan melakukannya sendiri. Jangan selalu menunggu bantuan orang lain.
8. Last but not least, ready for haters!
Haters selalu ada dan pastikan ada yang akan memberi kita thumbs down di video yang kita buat. Ada juga komentar negatif. Terus saja belajar supaya semakin baik lagi.

Mbak Yonna menceritakan bagaimana ia belajar autodidak dari Youtube dan brainstorming sama kawan-kawan vlogger luar negeri. Mengapa? Katanya, orang Indonesia mah jarang mau berbagi/menjelaskan. Makanya beruntunglah saya yang duduk di Bebek Dower Pasar Festival sore itu mendengarkan dan belajar dari mbak Yonna dan Mas Niko. Dapat ilmu dan juga dapat bonus buka bersama teman teman bloger lain serta oleh oleh dari CNI, sekotak lemon tea menemani hari hari membuat soal tes akhir tahun ajaran. 
Hehehehe. Mudah mudahan ini bermanfaat buat teman teman. 

8 komentar:

  1. bener seru acaranya, apa lagi penyampaian MaYo energik banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas Yogi,.. bikin seru dan santai tapi dapet ilmunya.

      Hapus
  2. Sempet liat kultwitnya di twitter, makasih mba udah share tentang acara dan ilmunya

    BalasHapus
  3. Tips terakhir itu bener banget hahahaha. Kalau gak mau punya haters, jangan berkarya! :D

    omnduut.com

    BalasHapus
  4. Makasih udah hadir di acara ini Mba Maria :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak Ani memberi kita ilmu dengan narasumber yang asyik banget.

      Hapus

Tips Hidup Maksimal

Mendengar suara Tuhan adalah kunci hidup orang percaya menjadi maksimal. Sayangnya seringkali, kita merasa Tuhan tidak berbicara pada kita. ...